
MAGELANG — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) melaksanakan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Sabilul Muttaqin Kota Magelang pada Selasa (13/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahim, berbagi wawasan, serta memberikan motivasi kepada para santri mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus LDII. Kegiatan diisi dengan sesi sharing yang membahas pengembangan diri dan pentingnya kesadaran diri.
Dalam sesi tersebut, Bapak Apriyanto menyampaikan materi bertema “Seni Mengenali dan Menghadapi Blind Spot di Dalam Kepala Kita Sendiri”. Materi ini mengangkat pentingnya self-awareness atau kesadaran diri sebagai dasar pengembangan kualitas pribadi. Ia mengajak peserta untuk lebih memahami diri sendiri, mengenali keterbatasan, serta menyadari hal-hal yang selama ini mungkin luput dari perhatian atau dikenal sebagai blind spot. Untuk mengenalinya, seseorang perlu terbuka terhadap kritik dan saran, melakukan evaluasi diri, serta bersedia menerima sudut pandang orang lain.
Bapak Apriyanto juga menekankan pentingnya kesediaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. “Kita perlu menyadari bahwa ada hal-hal yang belum kita ketahui tentang diri sendiri. Karena itu, penting untuk terus belajar, terbuka terhadap masukan, dan tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti mencoba,” ungkapnya. Ia turut menjelaskan bahwa pengembangan diri perlu ditopang oleh tiga aspek utama, yaitu skill atau keterampilan, knowledge atau pengetahuan, serta attitude atau sikap. Ketiganya perlu berjalan beriringan agar ilmu yang dimiliki dapat diterapkan dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Bapak Dr. Dwi Pramono, Lc., M.S.I., selaku Ketua DPP LDII Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah, menyampaikan harapannya terhadap generasi muda, khususnya para santri PPM Sabilul Muttaqin. Ia berharap para santri mampu menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pemahaman agama sehingga dapat berperan aktif dalam dakwah dan kehidupan bermasyarakat. “Harapannya, generasi sekarang, khususnya para santri PPM, nantinya bisa menjadi sarjana yang muballigh dan muballigh yang sarjana. Dengan bekal ilmu akademik dan agama yang seimbang, mereka diharapkan mampu menjadi penerus LDII serta memberikan kontribusi positif bagi organisasi, lingkungan sekitar, bangsa, dan negara,” ungkap Bapak Dwi.
Pesan tersebut sejalan dengan materi pengembangan diri yang menekankan pentingnya pola pikir positif, disiplin, konsistensi, dan komitmen. Para santri diajak untuk tidak memandang kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berusaha, melainkan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri dan menemukan cara yang lebih baik. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten juga menjadi salah satu langkah penting dalam membangun karakter dan mencapai tujuan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan silaturahim antara DPP LDII dan keluarga besar PPM Sabilul Muttaqin Kota Magelang semakin erat. Kegiatan ini juga diharapkan memotivasi para santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat pemahaman agama, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik. Dengan demikian, PPM diharapkan dapat turut melahirkan generasi sarjana muballigh dan muballigh sarjana yang berilmu, berakhlak, serta siap menjadi penerus LDII dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
